Sehat Ala Rasulluloh

metoda pengobatan menurut rasulluloh

Metode Pengobatan menurut rasulluloh

jenguk-orang-sakit

Sakit merupakan hal yang pasti terjadi pada manusia. Sakit adalah kondisi dimana tubuh sedang mengalami penurunan atau gangguan pada fungsinya. Walaupun sakit merupakan suatu keadaan tidak menyenangkan kita sebagai umat muslim tidak boleh mengeluh apalagi menyerah begitu saja karna setiap penyakit pasti ada obatnya, sesuai dengan sabda rasulluloh

مَا أَنْزَلَ اللهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً

“Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali Dia juga menurunkan penawarnya.” (HR Bukhari).

 

Thibun nabawi

Pada abad ke-13 mulai dikenal thibun nabawi yaitu pengobatan ala nabi yang diperkenalkan oleh Syekh Ibnu Qoyyim Al Jauziah didalam kitabnya Zaadul Maad. Ibnu Qoyyim al-Jauziyah berkata dalam Zaadul Ma’ad (IV/33), “Pengobatan cara Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memiliki perbedaan dibanding dengan metode pengobatan lainnya. Karena metode ini bersumber dari wahyu, misykat kenabian dan akal yang sempurna, maka tentu memiliki derajat kepastian yang menyakinkan di samping memiliki nilai keilahian, berbeda dengan metode pengobatan lainnya yang umumnya…

Lihat pos aslinya 1.593 kata lagi

By intan agusti fernandes

PARADIGMA PSIKOLOGI KEPRIBADIAN TRAIT

index

Pengertian Paradigma

Kata paradigma berasal dari abad pertengahan di Inggris yang merupakan kata serapan dari bahasa Latin ditahun 1483 yaitu paradigma yang berarti suatu model atau pola; bahasa Yunani paradeigma (para+deiknunai) yang berarti untuk “membandingkan”, “bersebelahan” (para) dan memperlihatkan (deik).

Pola pikir dalam menjelaskan aspek tertentu dari setiap kenyataan (fegurson).

Menurut Thomas khun (1979) Paradigma sebagai model, pola atau pandangan dunia yang dilandasi pada dua karakteristik yaitu penampilan kelompok yang menunjukan keberadaannya terhadap sesuatu yang diyakini dan terbuka untuk penyelesaian masalah dalam kelompoknya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa paradigma adalah suatu pandangan dan pola pikir terhadap sesuatu masalah yang berlainan dalam kehidupan nyata.

Pengertian Psikologi

Psikologi berasal dari kata dalam bahasa Yunani Psychology yang merupakan gabungan dan kata psyche dan logos. Psyche berarti jiwa dan logos berarti ilmu. Secara harfiah psikologi diartikan sebagal ilmu jiwa. Istilah psyche atau jiwa masih sulit didefinisikan karena jiwa itu merupakan objek yang bersifat abstrak, sulit dilihat wujudnya, meskipun tidak dapat dimungkiri keberadaannya. Dalam beberapa dasawarsa ini istilah jiwa sudah jarang dipakai dan diganti dengan istilah psikis.

  1. Psikologi menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 13 (1990), Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan binatang baik yang dapat dilihat  secara langsung maupun yang tidak dapat dilihat secara langsung.
  2. Psikologi menurut Dakir (1993), psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya.
  3. Psikologi menurut Muhibbin Syah (2001), psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk , berjalan dan lain sebgainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.

Pengertian Kepribadian

Kepribadian menurut Gordon Allport adalah organisasi dinamis sistem psikofisik dalam diri individu yang menentukan tingkah laku dan pemikiran individu secara khas

Menurut Horton (1982) Kepribadian adalah keseluruhan sikap, perasaan, ekspresi dan temparmen seseorang. Sikap perasaan ekspresi dan tempramen itu akan terwujud dalam tindakan seseorang jika di hadapan pada situasi tertentu. Setiap orang mempunyai kecenderungan prilaku yang baku, atau pola dan konsisten, sehingga menjadi ciri khas pribadinya.

Lalu, Menurut Schever Dan Lamm (1998) mendevinisikan kepribadian sebagai keseluruhan pola sikap, kebutuhan, ciri-ciri kas dan prilaku seseorang. Pola berarti sesuatu yang sudah menjadi standar atu baku, sehingga kalau di katakan pola sikap, maka sikap itu sudah baku berlaku terus menerus secara konsisten dalam menghadapai situasi yang di hadapi.

ba

 Paradigma psikologi kepribadian trait

Kepribadian Trait

Dalam teori kepribadian, kepribadian terdiri dari antara lain trait dan tipe. Trait sendiri dijelaskan sebagai konstruk teoritis yang menggambarkan unit/dimensi dasar dari kepribadian. Trait menggambarkan konsistensi respon individu dalam situasi yang berbeda-beda. Sedangkan tipe adalah pengelompokkan bermacam-macam trait. Dibandingkan dengan konsep trait, tipe memiliki tingkat rergularity dan generality yang besar daripada trait.

Teori Trait

Gordon Allport adalah seorang ahli psikologi  yang melakukan suatu penelitian tentang kepribadian trait pada manusia. Allport menganggap trait sebagai blok pembangun dasar organisasi psikologi, yang berfungsi mengintergrasikan apa yang seharusnya menjadi stimuli dan respons yang tidak serupa. Menurut Allport, trait adalah sistem neuropsikis yang digeneralisasikan dan diarahkan, dengan kemampuan untuk menghadapi bermacam-macam perangsang secara sama, memulai serta membimbing perilaku adaptasi dan ekspresi secara sama.  Allport membedakan antara trait umum dengan disposisi pribadi. Trait Umum adalah dimensi trait di mana individu dapat dibandingkan satu sama lainnya. Disposisi pribadi dimaksudkan sebagai pola atau konfigurasi unik trait-trait yang ada dalam diri individu. Allport memandang disposisi pribadi sebagai sejenis organisasi yang terorganisasi, sebagian memiliki pengaruh yang lebih pervasif pada perilaku seseorang dibandingkan lainnya. Allport membedakan disposisi pribadi menjadi 3 macam, yaitu:

  1. Disposisi kardinal : beberapa orang mungkin memiliki satu disposisi dominan yang mempengaruhi hampir semua aspek perilaku mereka. Tokoh Bunda Theresa mungkin dapat dikatakan memiliki disposisi kardinal alturism.
  2. Disposisi sentral : kecenderungan untuk berespon yang kurang pervasif tetapi masih sangat umum. Sebagian besar dari kita memiliki 5 sampai 10 disposisi yang berfungsi mengorganisasikan dan mengarahkan banyak aspek kehidupan kita. Bagi wanita yang sebelumnya diceritakan, keramahannya adalah salah satu disposisi sentralnya.
  3. Disposisi sekunder : kita memiliki banyak minat atau kecenderungan berespon yang lebih spesifik dan sempit. Misalnya, kesukaan akan pakaian tertentu atau kecenderungan menjaga kerapian meja tetapi penampilan pribadi yang tidak rapi.

Menurut Allport, faktor genetik dan lingkungan sama-sama berpengaruh dalam menentukan perilaku manusia. Bukan hanya faktor keturunan sendiri atau faktor lingkungan sendiri yang menentukan bagaimana kepribadian terbentuk, melainkan melalui pengaruh resiprokal faktor keturunan dan lingkungan yang memunculkan karakteristik kepribadian. Sehubung dengan adanya peran genetik dalam pembentukan kepribadian, terdapat empat pemahaman penting yang perlu diperhatikan:

  1. Meskipun faktor genetik mempunyai peran penting terhadap perkembangan kepribadian, faktor non genetik tetap mempunyai peranan bagi variasi kepribadian.
  2. Meskipun faktor genetik merupakan hal yang paling penting dalam mempengaruhi lingkungan, faktor non genetik adalah faktor yang paling bertanggung jawab akan perbedaan pada orang-orang.
  3. Pengalaman dalam keluarga adalah hal yang penting meskipun lingkungan keluarga berbeda bagi setiap anak sehubungan dengan jenis kelamin anak, urutan kelahiran, atau kejadian unik dalam kehidupan keluarga pada tiap anak.
  4. Meskipun terdapat kontribusi genetik yang kuat terhadap trait kepribadian, tidak berarti bahwa trait itu tetap atau tidak dapat dipengaruhi oleh lingkungan.

REFERENSI :

Atkinson Rita L., dkk., Pengantar Psikologi Edisi Sebelas Jilid Dua. Batam: Interaksa

Hand Out Pengantar Psikologi Dasar & Kepribadian by Iyus Yosep, S.Kp., M.Si., M.Sc.

http://belajarpsikologi.com/pengertian-psikologi/ diakses pada tanggal 6 Desember 2014 pukul 14.41

http://www.serbaserbikomunikasi.com/2013/04/pengertian-kepribadian.html diakses pada tanggal 6 Desember 2014 pukul 15.00

http://books.google.co.id/books?id=UxuyL5MNqyYC&pg=PR3&dq=profesi+and+praktik+keperawatan+profesional+kusnanto&hl=id&sa=X&ei=QYCDVKPiGJC1uATMiYKQAg&ved=0CBwQ6AEwAA#v=onepage&q=profesi%20and%20praktik%20keperawatan%20profesional%20kusnanto&f=false

http://personalityaisitirahmah.wordpress.com/2013/12/05/paradigma-psikologi-kepribadian-trait/ diakses pada tanggal 6 Desember pukul 15.20

By intan agusti fernandes